Masa Kecil Nabi Muhammad SAW
Keajaiban terjadi di dunia saat kelahiran
Rasulullah sayyidina Muhammad. Kelahiran Nabi Muhammad shallallahi
alaihi wa sallam menjadi tanda bahwa beliau akan diangkat menjadi
utusan atau Rasul yang terakhir dalam menyampaikan ajaran atau risalah Agama
Islam. Peristiwa yang luar biasa ini diartikan sebagai Irhas. Irhas adalah
suatu kejadian yang sangat luar biasa bagi manusia normal dan hanya terjadi
kepada seorang nabi.
Syukuran Menyambut
Kehadiran Nabi
Muhammad lahir pada Tahun Gajah (570 Masehi) tepat pada tanggal 12 bulan
Rabiul Awal. Untuk menyambut kelahirannya, pada hari ke tujuh Abdul Muttalib
mengadakan syukuran dengan menyembelih unta. Kemudian mengundang makan
masyarakat Quraisy.
Banyak orang-orang yang datang menanyakan alasan, kenapa diberi nama
Muhammad. Lalu Abdul Muttalib menjawab “Aku menginginkan dia menjadi orang yang
terpuji, baik bagi Tuhan dilangit dan untuk makhluk-Nya di bumi.”
Di Kabah, Muhammad diasuh oleh seorang wanita yang bernama Halimatus sya’diyah yang menerima jasa penyusuan dan perawatan bayi. Muhammad di tinggal bersama Halimah selama 5 tahun.
Halimah merawat Muhammad dengan penuh cinta dan kasih sayang serta
mengajarinya bahasa Arab. Sesudah 5 tahun, Muhammad kembali ke ibunya di
Mekkah. Kemudian Abdul Muttalib mengasuh dan merawatnya.
Lebih-lebih lagi kecintaannya ketika Amninah membawa anaknya itu ke Madinah
untul dikenalkan dengan saudara-saudara kakeknya. Dalam perjalanan ke Madinah
tersebut, tiba-tiba Aminah sakit dan meninggal lalu dikuburkan diperjalanan
tersebut. Kini Muhammad menyadari bahwa dirinya seorang yatim piatu.
Lalu Muhammad dibawa pulang kembali ke Mekkah dan diasuh oleh kakeknya.
Pada saat Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya Abdul Muttalib meninggal pada 578
M. Pengasuhanpun diberikan kepada Abu Talib. Ia adalah anak Abdul Muttalib,
paman dari Muhammad. Bersama pamannya, Muhammad bekerja dengan mengembala
biri-biri dan unta dibukit diluar kota Mekkah.
Awal Mula dikenal
Sebagai Al Amin
Selama tinggal dengan pamannya, ia menjadi pribadi yang peduli, selalu
memihak kebenaran, dan memiliki kejujuran serta kesungguhan dalam berusaha.
Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Makkah dengan keluarga,
kadang pergi bersama mereka ke pasar-pasar yang berdekatan
dengan Ukaz, Majanna dan Dzu’l Majaz, mendengarkan sajak-sajak
yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan
Mu’allaqat.
Ia mendambakan cahaya hidup yang akan lahir dalam segala
manifestasi kehidupan, dan yang akan dicapainya hanya dengan dasar kebenaran.
Kenyataan ini dibuktikan oleh julukan yang diberikan orang
kepadanya dan bawaan yang ada dalam dirinya. Itu sebabnya, sejak ia masih
anak-anak, gejala kesempurnaan, kedewasaan dan kejujuran hatinya,
sudah tampak. Sehingga semua penduduk Makkah memanggilnya Al-Amin
(yang dapat dipercaya).
Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala
pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu
sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh
sebab itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya, Muhammad terhindar
dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Makkah,
dan memang begitu adanya: Al-Amin.
Karena itu ia terhindar dari cacat. Yang sangat terasa benar
nikmatnya, ialah bila ia sedang berpikir atau merenung. Dan
kehidupan berpikir dan merenung serta kesenangan bekerja sekadarnya
seperti menggembalakan kambing, bukanlah suatu cara hidup yang membawa
kekayaan berlimpah-limpah baginya. Dan memang tidak pernah
memedulikan hal itu. Dalam hidupnya ia memang menjauhkan diri dari
segala pengaruh materi.
Kunjungi website Smart Techno juga yang akan
menjelaskan mengenai produk jam digital masjid di www.jadwaldigital.com
Sumber::

Komentar
Posting Komentar