Postingan

Ketika Rasulullah dan Siti Aisyah Bertengkar

  kisahRasulullah.blogspot.com Rasulullah adalah manusia, namun tidak seperti manusia biasa. Dia makan, minum, tidur, berumah tangga, dan melakukan hal-hal lainnya layaknya manusia pada umumnya. Bedanya, Rasulullah adalah orang yang maksum (terjaga dari perbuatan dosa). Segala tindak tanduknya terbebas dari kemaksiatan karena dijaga oleh Allah.    Sebagai seorang suami misalnya. Rasulullah juga mengalami hiruk pikuk persoalan rumah tangga sebagaimana suami-suami lainnya. Mulai dari berselisih, berdebat hingga bertengkar dengan sang istri. Terkait hal ini, ada beberapa riwayat yang menceritakan momen Rasulullah kala bertengkar dengan sang istri.  Salah satunya adalah yang dikisahkan buku Kisah-kisah Romantis Rasulullah. Suatu ketika Aisyah berbicara dengan keras dan lantang kepada Rasulullah dari bilik kamar. Abu Bakar as-Siddiq yang saat itu bertamu di rumah Rasulullah segera mengetahui kalau anaknya (Aisyah) dan menantunya (Rasulullah) sedang bertikai...

Dakwah Rasulullah Secara Sembunyi-sembunyi dan Terang-terangan

1. Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali dakwahnya dengan rahasia (sirriyyah). Sudah merupakan suatu hal yang lumrah dan alami apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan rahasia itu kepada orang yang paling dekat dengannya dari keluarganya dan teman-teman dekatnya. Selain itu, kepada orang yang diharapkan darinya kebaikan melalui pertimbangan dan cara memilih orang yang bisa dijadikan sebagai teman berkomunikasi, hingga muncullah orang-orang yang memenuhi panggilan tersebut. Yang paling utama di antaranya adalah: Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha Ummul Mukminin, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Waraqah bin Naufal, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jangan ada yang mencemooh Waraqah bin Naufal, karena saya telah melihat sebuah surga atau dua buah surga untuknya.” Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setela...

Kisah Nabi Muhammad dan Khadijah

SAYYIDAH Khadijah adalah sedikit dari kaum Quraiys yang bisa membaca dan menulis. Dia pun memiliki seorang sepupu lanjut usia yang merupakan seorang pendeta ahli kitab. Darinyalah Sayyidah Khadijah mengetahui bahwa telah datang masa terutusnya nabi akhir zaman. Dan, melihat berbagai macam pertanda, tahulah Khadijah bahwa Muhammad putra Abdullah adalah calon yang terutus itu. Ia pun memutuskan untuk melamarnya karena Allah. Meski pada saat itu manusia mulia yang dikenal kejujuran dan amanahnya itu adalah seorang laki-laki miskin dan tidak memiliki pekerjaan tetap sementara Khadijah adalah janda kaya yang dermawan, kebaikannya membuat semua lelaki Qurays berharap menjadi pendamping hidupnya. Khadijah sendiri ingin menikah dengan Nabi Muhammad agar ketika datang waktu terutusnya Nabi Muhammad sebagai seorang rasul, ia yang menjadi istrinya kala itu akan segera beriman, berjuang dalam agama, dan membantu Nabi dengan semua yang ia punya. Silakan simak apa yang disampaikan Khadija...

Nabi Muhammad SAW Menerima Wahyu

Gambar
Gua Hira di puncak Jabal Nur, Makkah, menjadi tempat bersejarah bagi umat Islam. Nabi Muhammad  shallallahu alaihi wa sallam  (SAW) menerima wahyu pertama kali dari Allah Swt di gua tersebut melalui Malaikat Jibril  alaihisslam  (AS). Turunnya wahyu pertama Alquran menandai dimulainya periode kenabian (Nubuwwah). Saat wahyu pertama ini diturunkan, Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama. Sebagian menyakini peristiwa itu terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar). Sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah. Dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo'). Dalam shahih Al-Bukhari diceritakan, dari Aisy...

Kisah Singkat Masa Remaja Nabi Muhammad SAW

Masa remaja Nabi Muhammad dilalui dalam sebuah lingkungan yang sangat kondusif. Walaupun Nabi melewati masa remajanya tanpa didampingi kedua orang tuanya, namun Abu Thalib sebagai paman dan adik kandung dari ayahanda Abdullah telah mengambil alih fungsi orang tua dengan sangat baik. Abu Thalib memperlakukan Muhammad dengan penuh kasih sayang melebihi putranya sendiri. Rasa sayang yang ditampilkan tentu saja bukan sikap sayang yang memanjakan, tapi yang bersifat mendidik. Bersama pamannya, Nabi hidup dengan sederhana karena Abu Talib adalah orang yang sederhana secara materi dan gaya hidup. Kesederhanaan itu membuat Nabi menjadi sosok yang mudah berempati pada kaum lemah, miskin dan terpinggirkan. KisahNabiMuhammad.blogspot.com Nabi juga dikenal aktif dalam kehidupan sosial dan dikenal sebagai pekerja keras. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang sebaya. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pe...

Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Gambar
Keajaiban terjadi di dunia saat  kelahiran Rasulullah   sayyidina  Muhammad. Kelahiran Nabi Muhammad  shallallahi alaihi wa sallam  menjadi tanda bahwa beliau akan diangkat menjadi utusan atau Rasul yang terakhir dalam menyampaikan ajaran atau risalah Agama Islam. Peristiwa yang luar biasa ini diartikan sebagai Irhas. Irhas adalah suatu kejadian yang sangat luar biasa bagi manusia normal dan hanya terjadi kepada seorang nabi. Syukuran Menyambut Kehadiran Nabi Muhammad lahir pada Tahun Gajah (570 Masehi) tepat pada tanggal 12 bulan Rabiul Awal. Untuk menyambut kelahirannya, pada hari ke tujuh Abdul Muttalib mengadakan syukuran dengan menyembelih unta. Kemudian mengundang makan masyarakat Quraisy. Banyak orang-orang yang datang menanyakan alasan, kenapa diberi nama Muhammad. Lalu Abdul Muttalib menjawab “Aku menginginkan dia menjadi orang yang terpuji, baik bagi Tuhan dilangit dan untuk makhluk-Nya di bumi.” Di Kabah,  Muhammad  diasuh oleh se...