Ketika Rasulullah dan Siti Aisyah Bertengkar

 kisahRasulullah.blogspot.com
Rasulullah adalah manusia, namun tidak seperti manusia biasa. Dia makan, minum, tidur, berumah tangga, dan melakukan hal-hal lainnya layaknya manusia pada umumnya. Bedanya, Rasulullah adalah orang yang maksum (terjaga dari perbuatan dosa). Segala tindak tanduknya terbebas dari kemaksiatan karena dijaga oleh Allah.   

Sebagai seorang suami misalnya. Rasulullah juga mengalami hiruk pikuk persoalan rumah tangga sebagaimana suami-suami lainnya. Mulai dari berselisih, berdebat hingga bertengkar dengan sang istri. Terkait hal ini, ada beberapa riwayat yang menceritakan momen Rasulullah kala bertengkar dengan sang istri. 

Salah satunya adalah yang dikisahkan buku Kisah-kisah Romantis Rasulullah. Suatu ketika Aisyah berbicara dengan keras dan lantang kepada Rasulullah dari bilik kamar. Abu Bakar as-Siddiq yang saat itu bertamu di rumah Rasulullah segera mengetahui kalau anaknya (Aisyah) dan menantunya (Rasulullah) sedang bertikai.

Mendapati hal itu, Abu Bakar meminta izin Rasulullah untuk menemui putrinya. Ketika sudah berhadapan dengan Aisyah, Abu Bakar langsung mengangkat tangannya hendak memukul Aisyah karena telah berbicara keras dengan Rasulullah. Namun kemudian Rasulullah mencegahnya. 

Di hari berikutnya, Abu Bakar berkunjung ke rumah Rasulullah. Dia menyaksikan kalau anak dan menantunya telah baikan dan tidak bertengkar lagi pada hari itu.

Diceritakan juga bahwa suatu ketika Rasulullah marah kepada Aisyah karena satu dua hal. Lalu kemudian Rasulullah meminta Aisyah untuk menutup mata dan mendekat. Seketika itu Aisyah merasa cemas karena mengira akan dimarahi Rasulullah. Apa yang dibayangkan Aisyah ternyata meleset. 

“Khumaira ku (panggilan sayang Rasulullah untuk Aisyah) telah pergi rasa marahku setelah memelukmu,” kata Rasulullah. 

Dari cerita Rasulullah di atas, ada dua hikmah yang bisa dipetik. Terutama bagaimana seharusnya sikap seorang suami kepada istri ketika mereka cekcok.

Pertama, tidak melibatkan orang lain. Persoalan rumah tangga sebaiknya diselesaikan sendiri, tidak perlu melibatkan orang lain meskipun itu orang tua sendiri atau mertua. Rasulullah pun mencegah Abu Bakar yang notabennya mertuanya sendiri untuk ‘ikut campur’ dalam permasalahan rumah tangganya. 

Kedua, menghilangkan kemarahan terhadap istri dengan mendekapnya. Seperti yang dilakukan Rasulullah, ketika seorang suami atau istri marah atau berselisih dengan pasangannya maka hendaknya ia langsung memeluk pasangannya. Jangan malah menampar atau memukulnya. (A Muchlishon Rochmat)

Setelah menjelaskan kisah Rasulullah dan Siti Aisyah diatas, kami akan menjelaskan hal lain yang masih ada kaitannya dengan islam. Dalam islam tentunya terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat ibada bagi umat islam, yaitu masjid. Dalam masjid tentunya terdapat perlengkapan-perlengkapan yang sering kita jumpai. Dan salah satu perlengkapan tersebut yaitu jam digital masjid. Jam digital masjid saat-saat ini memang sedang banyak yang mencari. Jam digital masjid ini sangat memudahkan umat islam dalam mengatur jadwal sholat. Fitur-fitur yang terdapat di dalamnya pun canggih-canggih. Dalam jam digital masjid sendiri semestinya perlu disetting terlebih dahulu. Cara menyeting jam digital masjid dengan remote. Jam digital masjid ini sudah banyak yang memproduksi, salah satunya Smart Techno. Bagi kalian yang ingin mengetahui tentang produk Smart Techno, dapat kunjungi website kami di www.jadwaldigital.com

Sumber::

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dakwah Rasulullah Secara Sembunyi-sembunyi dan Terang-terangan

Nabi Muhammad SAW Menerima Wahyu