Dakwah Rasulullah Secara Sembunyi-sembunyi dan Terang-terangan


1. Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali dakwahnya dengan rahasia (sirriyyah). Sudah merupakan suatu hal yang lumrah dan alami apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan rahasia itu kepada orang yang paling dekat dengannya dari keluarganya dan teman-teman dekatnya. Selain itu, kepada orang yang diharapkan darinya kebaikan melalui pertimbangan dan cara memilih orang yang bisa dijadikan sebagai teman berkomunikasi, hingga muncullah orang-orang yang memenuhi panggilan tersebut.

Yang paling utama di antaranya adalah:
Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha Ummul Mukminin, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Waraqah bin Naufal, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jangan ada yang mencemooh Waraqah bin Naufal, karena saya telah melihat sebuah surga atau dua buah surga untuknya.”
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setelah peristiwa itu, tidak lama kemudian Waraqah meninggal.” Karena apa yang dikatakannya adalah ungkapan keimanan terhadap apa yang dia dapatkan, dan sebuah keyakinan terhadap wahyu dan niat yang tulus untuk mengikuti kebenaran yang sebentar lagi tiba.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pendeta Waraqah bin Naufal masuk Islam saat itu dan berjanji membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala dikeluarkan dari kampung halamannya.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Oleh karena itu, kami katakan bahwa yang paling pertama masuk Islam dari kalangan wanita adalah Khadijah dan dari kalangan laki-laki adalah Waraqah bin Naufal.” Namun, karena dia meninggal dunia dengan sangat cepat setelah itu menyebabkan muncul perselisihan tentang keislamannya. Wallahu a’lam.
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dia adalah orang yang paling pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak.
Zaid bin Haritsah pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mereka adalah generasi awal yang gesit melakukan dakwah dengan rahasia, sehingga melalui tangan Abu Bakar, banyak sekali dari kalangan sahabat telah masuk Islam, seperti ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Az-Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, mereka adalah di antara lima sahabat yang tergolong dalam sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira akan masuk surga.
Termasuk yang paling awal masuk Islam adalah Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah, Abu Salamah, Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, Utsman bin Mazh’un, dan kedua saudaranya ‘Abdullah dan Said bin Zaid, dan lain-lain.
Adapun yang pertama kali masuk Islam secara garis besar dan hampir saja merupakan ijmak adalah Khadijah radhiyallahu ‘anha.
Mereka  semua itu masuk Islam secara rahasia dan mereka berkumpul bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan cara rahasia dan sembunyi-sembunyi untuk membacakan wahyu Al-Qur’an dan untuk memberikan pengarahan keagamaan.
Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun, kemudian turunlah ayat yang memerintahkan dakwah secara terang-terangan, yaitu QS. Al-Hijr ayat 94
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
"Maka sampaikan olehMu secara terang-terangan apa yang diperintahkan dan berpalinglah dari orang-orang musyrik" (QS. Al-Hijr ayat 94)

   
2. Dakwah Secara Terang-terangan

 Dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terang pertama kali dilakukan di Bukit Shafa. Dalam dakwahnya itu Nabi Muhammad SAW menjelaskan "Bahwa tidaklah aku diutus oleh Allah SWT, melainkan untuk mengajak mereka menyembah Allah SWT dan meninggalkan berhala". Kaum kafir Quraisy yang mendengar dakwah Nabi Muhammad SAW tidak percaya sama sekali, bahkan mereka mendustakannya, mengejek, bahkan Nabi dilempari batu dan kotoran. yang mendustakan Nabi pada saat itu adalah Abu Lahab dan istrinya, dan Abu Jahal.dakwahparanabi.blospot.com

    Dakwah Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan untuk kedua kalinya dilakukan dengan mengumpulkan keluarganya di Bukit Shafa, waktu itu diikuit oleh 40 orang termasuk Abu Lahab. Isi dakwah Nabi Muhammad SAW dalam dakwahnya secara terang-terangan untuk kedua kalinya adalah:
Peringatan dan ancaman Allah SWT bagi orang-orang yang tidak beriman sebaliknya, kenikmatan surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal soleh
Disebutkannya pada hari akhiran kelak beliau tidak dapat memberi pertolongan, kecuali amal perbuatan sendirilah yang dapat menyelamatkannya
Pertolongan kepada keluarganya supaya dapat membantu dan dapat memelihara Islam

     Mendengar dakwah Nabi Muhammad SAW, Abu Lahab berkata "Binasalah engkau sepanjang hari, apakah untuk ini engkau kumpulkan kami?"
Abu Lahab mengambil batu lalu dilemparkan kepada Nabi Muhammad SAW, menghadapi kejadian itu Nabi Muhammad SAW tetap sabar dan tabah dan berjiwa besar, maka turunlah Surat Al-Lahab.

Dari zaman para nabi kita sudah mengenal yang namanya masjid. Masjid merupakan tempat untuk menjalankan ibadah sholat bagi umat muslim. Di dalam masjid ini terdapat beberapa perlengkapan yang tersedia. Di zaman serba canggih ini perlengkapan masjid pun tak kalah canggihnya, salah satunya yaitu jam digital masjid.  Jam digtal masjid murah memang sedang menjadi trend saat ini. Yang memproduksi pun juga sudah ada di beberapa toko maupun perusahaan, dan salah satunya yaitu Smart Techno Center. Smart Techno Center memproduksi jam digital masjid dengan berbagai macam type. Fitur-fiturny pun canggih. Kami mempunyai website yang akan menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai produk kami ini, yaitu di www.jadwaldigital.com

Sumber::

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Rasulullah dan Siti Aisyah Bertengkar

Nabi Muhammad SAW Menerima Wahyu