Kisah Singkat Masa Remaja Nabi Muhammad SAW
Masa remaja Nabi Muhammad dilalui dalam sebuah lingkungan
yang sangat kondusif. Walaupun Nabi melewati masa remajanya tanpa didampingi
kedua orang tuanya, namun Abu Thalib sebagai paman dan adik kandung dari
ayahanda Abdullah telah mengambil alih fungsi orang tua dengan sangat baik. Abu
Thalib memperlakukan Muhammad dengan penuh kasih sayang melebihi putranya
sendiri. Rasa sayang yang ditampilkan tentu saja bukan sikap sayang yang
memanjakan, tapi yang bersifat mendidik. Bersama pamannya, Nabi hidup dengan
sederhana karena Abu Talib adalah orang yang sederhana secara materi dan gaya
hidup. Kesederhanaan itu membuat Nabi menjadi sosok yang mudah berempati pada
kaum lemah, miskin dan terpinggirkan.
Nabi juga dikenal aktif dalam kehidupan sosial dan
dikenal sebagai pekerja keras. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan
oleh mereka yang sebaya. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah
dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan
dengan ‘Ukaz, Majanna dan Dhu’l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan
oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu’allaqat. Beberapa
aktivitas dan perilaku Nabi dalam kehidupan masa remajanya yang tercatat
sejarah antara lain:
Perjalanan Ke Syam. Kaum Quraisy terbiasa bepergian
ke Syam (sekarang Suriah) sekali setiap tahun untuk berdagang. Sebab hal itu
merupakan sumber utama untuk mendapatkan pekerjaan. Abu Thalib berencana untuk
bepergian tanpa mengajak Muhammad. Namun, atas desakan kemenakannya tersebut,
akhirnya sang paman mengalah dan ini menjadi perjalanan Nabi ke Suriah pada
usia 12 tahun. Dalam perjalan inilah keduanya bertemu dengan pendeta Nasrani
bernama Buhaira yang melihat tanda-tanda Nabi terakhir pada diri Muhammad.
Menjadi penggembala kambing. Nabi Muhammad
menggembala kambing milik kerabat dan orang-orang Makkah ke sekeliling gurun
untuk merumput. Gaji yang didapatnya diberikan pada pamannya.
Meninggalkan tradisi buruk. Muhammad muda
menghindari semua perilaku buruk yang menjadi tradisi di kalangan pemuda
seusiannya pada masa itu seperti berjudi, berzina, meminum minuman keras,
berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau dikenali sebagai As Sadiq
(yang benar) dan Al Amin (yang dapat dipercaya).
Ikut perang Fijar. Nabi berpartisipasi dalam perang
Fijar. Fijar adalah peperangan yang terjadi antara keluarga keturunan Kinanah
dan Quraisy dengan keluarga keturunan Qais yang bertujuan untuk memerangi para
pendurhaka yang melanggar kesepakatan. Perang ini terjadi di Nakhlah sebuah
tempat yang berada antara kota Makkah dan Thaif. Saat ini usia Nabi sekitar
antara 14 sampai 15 tahun. Dalam usia yang demikian muda, maka keikutsertaan
Nabi dalam perang Nabi dalam perang Fijar bukanlah ikut bertempur. Beliau hanya
bertugas mengumpulkan panah yang datang dari pihak musuh ke garis kaum
Quraisy..
Setelah menjelaskan mengenai kisah singkat masa remaja Nabi
Muhammad SAW, kami akan menjelaskan hal lain yang masih ada kaitannya dengan
islam. Masjid merpakan sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat beribadah
bagi umat islm. Dalam sebuah masjid tentunya kita dapat menjumpai berbagai
macam perlengkapan masjid. Dan salah satunya jam digital masjid. Dalam
menggunakan jam digital masjid sendiri kita perlu men-setting terlebih dahulu.
Biasanya kita akan menjumjpai buku panduan untuk men-setting jam digital masjid
tersebut. Namun bagi anda yang ingin tahu lebih lanjut lagi mengenai cara
setting jam digital masjid merk kris maupun engenai produk jam digital masjid Smart
Techno, dapat mengunjungi laman website kami di www.jadwaldigital.com
Sumber::
Komentar
Posting Komentar